SERANG, POJOKMEDIA. ID – PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Banten sukses mencatatkan laba sebesar Rp1,16 miliar per Mei 2025. Raihan ini meningkat sebesar 11 persen dari periode yang sama di tahun lalu.
“Terkait dengan kinerja bisnis, pada laporan bulanan yang disampaikan kepada OJK, perseroan telah membukukan laba per Mei 2025 sebesar Rp 1,16 Miliar atau meningkat sebesar 11 persen dari periode yang sama di tahun lalu,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Jamkrida Banten Dwiyoga Subarkah dalam keterangan tertulis, Senin (30/6/2025).
Yoga mengatakan, kenaikan laba tersebut karena dipengaruhi oleh penurunan beban klaim bruto sebesar 9 persen dari tahun lalu.
“Hal ini menunjukan bahwa perseroan telah melaksanakan implementasi manajemen risiko yang lebih baik,” terangnya.
Yoga menuturkan, ke depannya manajemen perseroan akan terus mengoptimalkan seluruh sumberdaya yang dimiliki dalam rangka peningkatan laba perusahaan di tahun ini.
“Manajemen perseroan mengapreasiasi komitmen Pemegang Saham Pengendali dalam hal ini Gubernur Banten atas rencana pemenuhan modal Perseroan seperti yang telah diputuskan dalam RUPS tanggal 24 Maret 2025,” katanya.
Melalui penambahan modal dengan sendirinya kapasitas penjaminan Perseroan akan bertambah, sehingga akan lebih banyak mensupport UMKM,” tambah Yoga.
Sebelumnya, PT Jamkrida Banten sempat membukukan rugi komprehensif sebesar Rp 957,59 jut pada tahun 2024 kemarin. Perseroan beralasan, krugian tersebut lantaran adanya implementasi penyesuaian dalam pencatatan dan perhitungan atas pencadangan klaim yang direkomendasikan berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Langsung (LHPL) Otoritas Jasa Keuangan pada bulan Januari 2025 yang lalu, sehingga laba perseroan ikut terdampak.
Adapun Cadangan Klaim yang dibentuk oleh Perseroan adalah sebesar Rp 15,11 miliar atau meningkat 8,25 persen dari tahun 2023 yang dicadangkan sebesar Rp. 13,96 Miliar.
Atas penyesuaian pencatatan pada pos cadangan klaim tersebut, perseroan telah menunjukan komitmen positif dalam menerapkan dan melaksanakan regulasi secara baik.
Meskipun demikian, terdapat beberapa capaian positif yang diraih perseroan di tahun 2024, salah satunya adalah keberhasilan dalam pencapaian Imbal Jasa Penjaminan (IJP) tahun 2024 dibandingkan target Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2024 dengan realisasi sebesar Rp 54,38 Miliar atau 96,51 persen dari target.
Sementara itu, terkait dengan beban klaim tercatat turun sebesar 78,79 persen dibandingkan tahun 2023 yakni sebesar Rp. 41,13 Miliar.
Selain itu, realisasi atas beban operasional persersoan di tahun 2024, menunjukan persentase penurunan sebesar 5,52 persen dibanding tahun 2023 dengan realisasi tercatat sebesar Rp. 2,50 Miliar.
Selanjutnya, dari sisi hasil investasi, perseroan secara efektif berhasil mengoptimalkan instrumen investasi dengan memperoleh pendapatan hasil investasi sebesar Rp 4,27 miliar atau meningkat sebesar 8,09 persen dibandingkan tahun 2023 yang lalu.***
